10 Ciri-Ciri Tumbuhan Dikotil

Dikotil adalah tumbuhan yang memiliki dua keping biji atau berkeping dua. Pada tahap perkecambahan, keping bijinya akan membelah menjadi dua daun lembaga. Sehingga daun lembaga sudah terbentuk sejak tahapan biji.  Dikotil berbeda dengan monokotil yang berkeping satu. Tidak hanya melalui jumlah keping bijinya, ciri tumbuhan dikotil dapat diamati pada morfologi organ tumbuhan tersebut seperti pertulangan daun, kambium batang, jumlah mahkota bunga, dll. Berikut adalah ciri-ciri tumbuhan dikotil:

Ciri-ciri tumbuhan dikotil

1. Biji Berkeping Dua
Biji berkeping dua

Ini adalah ciri utama dari tumbuhan dikotil. Bahkan, berdasarkan etimologinya, dikotil berarti “dua kotiledon”atau “dua keping biji”. Tumbuhan dikotil juga memiliki sepasang daun lembaga (kotiledon). Sehingga ketika berkecambah, dua daun sudah terbentuk.

2. Tulang Daun Menjari dan Menyirip

Tulang daun menyirip

Bentuk tulang daun tumbuhan dikotil bisa menjadi atau menyirip. Disebut menyirip karena bentuk tulang daunnya mirip seperti sirip ikan. Contoh tumbuhan dengan tulang daun menyirip adalah pohon nangka, mangga, dan jambu. Sedangkan tulang daun disebut menjari karena berbentuk seperti jari. Contoh tumbuhan dengan tulang daun menjari adalah singkong.

3. Bentuk Akar Tunggang

Akar tunggang

Tumbuhan dikotil memiliki akar tunggang yang dikenal berukuran besar dan kuat. Akar tunggang adalah akar lembaga yang tumbuh terus menerus menjadi akar pokok kemudian bercabang-cabang menjadi akar yang lebih kecil. Akar tunggang menancap ke dalam tanah dengan kuat sehingga tidak mudah roboh terkena angin. Selain berfungsi untuk memperkokoh tanaman, akar tunggang juga memiliki fungsi sebagai penyerap air dan zat hara serta mengangkutnya.

4. Tidak Memiliki Koleoptil

 

koleoptilTumbuhan dikotil tidak memiliki koleoptil. Koleoptil adalah bagian dari ujung darun berupa selaput yang menyelubungi jaringan ujung pangkal daun pada embrio. Jaringan ini melindungi ujung daun ketika tumbuh dari tanah dan melindungi ujung bakal batang. Koleoptil hanya dimiliki oleh tumbuhan monokotil.

5. Tidak Memiliki Koleoriza

koleoriza

Koleoriza adalah bagian tumbuhan yang menyelubungi embrio akar. Fungsi koleoriza adalah untuk melindungi akar embrio tersebut. Koleoriza hanya dimiliki oleh tumbuhan monokotil.

6. Jumlah Kelopak Bunga Dua, Empat, Lima, atau Kelipatannya

Bunga mangga dengan kelopak empat

Jumlah kelopak bunga pada tumbuhan dikotil adalah 2, 4, 5, atau kelipatannya. Contohnya adalah bunga mangga yang memiliki 4 kelopak dan bunga kamboja yang umumnya memiliki 5 kelopak.

7. Akar dan Batang Mengandung Kambium

kambium

Akar dan batang tumbuhan dikotil mengandung kambium. Kambium adalah sebuah lapisan meristematik yang sel-selnya aktif membelah sehingga bertanggung jawab atas pertumbuhan sekunder tumbuhan. Fungsi kambium adalah sebagai jalur lintas zat hara dan penyalur makanan sebagai hasil dari fotosintesis.

8. Bentuk Berkas Pengangkut pada Batang Pembuluh Kayu dan Pembuluh Tapis Teratur

Berkas pengangkut dikotil

Berkas pengangkut pada tumbuhan dikotil berbentuk cincin teratur sehingga susunan pembuluh angkutnya mudah diamati.

9. Batangnya Bercabang

Batang bercabang

Tumbuhan dikotil memiliki batang yang bercabang-cabang hingga membentuk ranting. Batang utamanya umumnya memiliki struktur yang kuat dan kokoh untuk menopang cabang-cabangnya.

10. Serbuk Sari Memiliki 3 Alur pada Tiap Bulirnya

Serbuk sari dikotil

Pada tumbuhan dikotil memiliki tiga alur di setiap serbuk sarinya. Sedangkan pada tumbuhan monokotil hanya memiliki satu alur tunggal dalam serbuk sarinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *