11 Ciri Khusus Bunglon dan Fungsinya

Bunglon atau chameleon adalah sejenis reptil pemakan serangga yang dikenal karena mampu mengubah warna tubuhnya. Perubahan warna kulitnya dipengaruhi oleh suhu lingkungan dan berfungsi untuk melindungi diri dari ancaman, menemukan mangsa, dan menarik lawan jenis. Bunglon akan mengikuti warna di sekitarnya sehingga dapat mengelabui hewan lain (Sawirman, 2009; Kurniawan, 2015). Hingga Juni 2015, terdapat 202 spesies bunglon yang termasuk famili Chamaeleonidae (Glaw, 2015). Berikut adalah ciri khusus bunglon beserta fungsinya:

Ciri khusus bunglon

  1. Mampu mengubah warna kulit tubuhnya agar menyerupai lingkungan sekitar. Fungsinya adalah untuk mengelabui pemangsa atau mangsa (Sodikin, 2017). Kemampuan ini disebut sebagai mimikri. Sebenarnya warna kulit bunglon berubah karena perubahan emosi, suhu, cahaya, dan kelembaban lingkungannya. Sel yang mendukung perubahan pigmen ini disebut chromatophores.
  2. Memiliki ekor yang dapat menggulung. Fungsinya adalah membantu bergantung di pohon.
  3. Memiliki lidah yang panjang, lengket, dan mampu dilontarkan dengan cepat. Fungsinya adalah untuk mempermudah menangkap mangsa yang berupa serangga kecil (Sodikin, 2017).
  4. Memiliki mata yang dapat berputar sehingga dapat melihat ke segala arah. Masing-masing matanya mampu bergerak independen. Fungsinya adalah untuk mengurangi pergerakan kepalanya saat memantau mangsa atau pemangsa sehingga tak terdeteksi.
  5. Ukuran tubuhnya sangat bervariasi bergantung spesiesnya. Bunglon terkecil adalah Brookesia micra yang memiliki panjang hanya sekitar 1,5 cm. Sedangkan bunglon terbesar adalah Furcifer oustaleti yang memiliki panjang mencapai sekitar 76,2 cm.
  6. Memiliki gigi akrodon, yakni gigi yang tumbuh di ujung tulang rahang.
  7. Selain dapat berputar, mata bunglon juga memiliki penglihatan yang baik dan mampu mendeteksi cahaya ultraviolet. Fungsinya adalah untuk membantu menemukan mangsa. Bunglon mampu mendeteksi serangga kecil sejauh 5 sampai 10 meter.
  8. Bentuk kakinya yang memiliki cakar dan jari kakinya menyatu sehingga berperan seperti tangan sehingga dapat menggenggam dengan baik. Bentuk kaki tersebut disebut zygodactylous. Fungsinya adalah untuk membantu memanjat.
  9. Bunglon jantan dan betina tidak selalu terlihat serupa. Bunglon jantan biasanya memiliki lebih banyak “ornamen” seperti tanduk dan tonjolan pada hidung. Fungsinya adalah untuk menjaga wilayahnya dari bunglon lain.
  10. Memiliki kelenjar bisa atrofi yang mengeluarkan bisa yang tidak berbahaya.
  11. Bunglon yang baru menetas tampak seperti miniatur dari bunglon dewasa. Mereka mampu hidup mandiri beberapa menit setelah menetas.

Baca juga:

Daftar Pustaka:

  • Glaw, Frank. 2015. Taxonomic Checklist of Chameleons (Squamata: Chamaeleonidae). Vertebrate Zoology, Vol. 65, No. 2: 167-246.
  • Kurniawan, Muhammad Ivan. 2015. Bunglon Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis. Skripsi. Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.
  • Sawirman. 2009. e135: Simbol Lingual Dusta Tan Malaka.  Linguistika Kultura, Vol. 03, No. 01: 1-11.
  • Sodikin, Ahmad. 2017. Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Ciri-Ciri Khusus Makhluk Hidup Melalui Media Power Point Pada Siswa Kelas VI MI Ma’arif Pabelan Kabupaten Semarang Tahun 2016. Skripsi. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Salatiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *