4 Cara Menemukan Ide Penelitian

Penelitian merupakan hal yang wajib bagi mahasiswa dan sangat dianjurkan bagi siswa. Penelitian juga meningkatkan kualitas SDM dan pendidikan di Indonesia. Sampai saat ini, peringkat universitas di Indonesia masih kalah dengan Malaysia. Keunggulan universitas di Malaysia adalah mereka ditempa untuk menjadi peneliti handal yang menghasilkan penelitian yang dimuat di jurnal internasional yang terindeks Scopus atau Thomson Reuters (sekarang Clarivate Analytics). Sementara universitas di Indonesia kebanyakan masih berfokus pada kegiatan kepanitiaan. Universitas di Malaysia juga memberikan akses bagi mahasiswanya untuk mendapatkan jurnal berkualitas sebagai referensi secara gratis.

Kembali ke penelitian, hal pertama yang harus dilakukan untuk melakukan penelitian yakni menemukan ide penelitian yang akan dituangkan ke dalam judul penelitian. Seringkali kita kesulitan menemukan ide tersebut baik saat hendak membuat karya tulis, paper, skripsi, tesis, maupun disertasi. Saya pribadi baru mengetahui seluk beluk penelitian saat memasuki pendidikan S2 dan sangat menyesal mengapa tidak tahu sejak SMA. Padahal waktu itu saya mengikuti ekstrakurikuler karya ilmiah remaja. Sejak SMA bahkan saat menjadi mahasiswa S1, saya masih sangat awam masalah penelitian. Terutama terkait bagaimana cara mencari referensi, pentingnya penelitian, prosedur melakukan penelitian, dan cara mencari ide. Berikut adalah cara menemukan ide penelitan.

1. Kunjungi Perpustakaan

Kunjungi setiap perpustakaan di sekitar Anda. Biasanya yang paling efektif adalah perpustakaan universitas, karena disana terdapat banyak sekali arsip skripsi/tesis/disertasi maupun paper/jurnal.

2. Cari di Indeks Jurnal

Indeks jurnal menyediakan berbagai daftar jurnal yang diterbitkan oleh universitas atau lembaga penelitian. Terdapat indeks jurnal lokal yang dibuat oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, namanya Sinta. Anda bisa mengaksesnya di sinta2.ristekdikti.go.id. Keunggulan indeks Sinta adalah kebanyakan arsip jurnalnya bisa diakses siapa saja secara gratis. Sejauh ini saya belum pernah menemukan jurnal berbayar di indeks tersebut. Selain itu, Anda juga bisa mencarinya di indeks Jurnal internasional seperti Scopus dan Thomson Reuters (sekarang Clarivate Analytics). Disana juga terdapat segudang jurnal. Hanya saja sebagian besar dari jurnal tersebut berbayar. Jadi, apabila Anda memiliki pendanaan untuk penelitian atau kampus Anda menyediakan akses jurnalnya secara gratis, Anda bisa memanfaatkannya.

3. Big Information!

Sesaat setelah saya menemukan semua indeks jurnal tersebut, saya merasa seperti tidak kehabisan ide. Namun, terlalu banyak informasi justru akan membuat kita bingung dan terlalu lama berpikir. Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana cara memilih ide-ide tersebut? Nah, langkah pertama yang Anda lihat dari berbagai jurnal adalah menemukannya berdasarkan subjek yang menjadi minat Anda. Apakah itu seni, sains, sosial, ekonomi, atau hal lain. Kemudian pilih satu jurnal dan lihat arsipnya. Baca satu persatu judul papernya. Apabila ada yang menarik minat Anda, cobalah buka dan baca abstraknya. Kebanyakan abstrak atau bahkan paper berbahasa Inggris. Sehingga kemampuan bahasa Inggris Anda sangat berguna disini. Jika paper tersebut cukup menarik minat Anda, unduh, beli, atau cari di kampus apabila tersedia.

4. Temukan Ide

Ide pada sebuah paper biasanya terletak di judul dan simpulan. Untuk judul, Anda bisa mengaplikasikan penelitian tersebut dengan variabel lain atau dengan objek lain. Misalnya penelitian tersebut dilakukan di Eropa, Anda bisa memikirkan untuk melakukan penelitian tersebut di Indonesia atau Asia Tenggara. Sementara pada simpulan, biasanya peneliti menulis saran untuk penelitian selanjutnya. Anda bisa mengikuti saran tersebut sebagai ide penelitian Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *