7 Faktor Eksternal Pergerakan Nasional Indonesia

Pergerakan adalah suatu proses yang dinamis mengenai perjuangan untuk mencapai tujuan dan kesulitan yang dialami (Hardjosatoto, 1985). Adanya kata “nasional” menunjukkan bahwa pergerakan tersebut merupakan suatu pergerakan dengan cita-cita nasional yakni mencapai kemerdekaan bangsa dengan menggunakan organisasi karena tidak puas dengan keadaan yang ada (Mulyani, 2006). Pergerakan ini diawali oleh kaum terpelajar Indonesia sebagai hasil dari politik etis Hindia Belanda. Pergerakan nasional Indonesia tersebut ditandai dengan berdirinya sejumlah organisasi modern seperti Sarekat Prijaji, Boedi Oetomo, dan Sarekat Islam (Habib F., 2017).

Terdapat beberapa faktor intern dan ekstern yang melatarbelakangi pergerakan nasional Indonesia. Faktor internal lebih menentukan dibandingkan faktor eksternal. Peranan faktor ekstern hanya bersifat mempercepat timbulnya pergerakan sosial. Sehingga tanpa faktor eksternal pun pergerakan nasional Indonesia pasti akan terjadi, hanya saja mungkin agak lambat (Dewi, 2010). Faktor eksternal terutama timbul dari adanya media massa yang memberitakan perlawanan terhadap penjajahan di seluruh dunia (Dikawati, 2016). Berikut adalah faktor eksternal pergerakan nasional Indonesia:

1. Pergerakan Demokrasi Kewarganegaraan di Mesir

Pergerakan demokrasi kewarganegaraan di Mesir dilakukan untuk menghindarkan rakyat Mesir dari pimpinan Zaghul Pasha (Dikawati, 2016).

2. Gerakan Turki Muda

Gerakan Turki muda adalah gerakan untuk mencapai perbaikan nasional yang akhirnya menimbulkan revolusi anti kolot pada tahun 1908 (Mulyani, 2006).

3. Kemenangan Jepang Atas Rusia

Pada perang Jepang-Rusia tahun 1904-1905, Jepang berhasil mengalahkan Rusia. Hal tersebut disebabkan oleh modernisasi yang dilakukan jepang yang berhasil membawa kemajuan pesat di segala aspek kehidupan. Hal tersebut mendorong lahirnya semangat dan kesadaran nasional bagi rakyat Indonesia (Imsawati, 2017). Kemenangan Jepang merupakan suatu prestasi luar biasa bagi Asia karena pada akhirnya bisa mendapatkan kesempatan yang sama dengan negara-negara Barat (Murni, 2005).

4. Munculnya Pergerakan Kebangsaan Tiongkok

Pergerakan kebangsaan di Tiongkok dipimpin oleh Sun Yat-sen. Dr. Sun Yat-sen mendirikan Republik Tiongkok pada tahun 1911 yang sangat berpengaruh terhadap etnis Tionghoa di Indonesia yang secara tidak langsung mengubah gaya hidup mereka yang dahulu masih kolot (Murni, 2005).

5. Masuknya Paham Baru

Masuknya paham baru seperti nasionalisme, pan-islamisme, liberalisme, dan demokrasi turun mendorong timbulnya pergerakan nasional (Iramdhan, 2017).

6. Perjuangan Mahatma Gandhi di India

Perjuangan Mahatma Gandhi bersama Bal Gangadhar Tilak memimpin rakyat India melawan ketamakan asing (Dikawati, 2016). Untuk mengorganisir para pejuang, maka dibentuklah suatu wadah yang disebut partai Kongres. Partai yang berdiri pada akhir abad ke-19 tersebut menarik perhatian bangsa Indonesia karena sama-sama senasib sebagai bangsa terjajah dan bentuk perjuangannya yang disebut gerakan swadesi (Murni, 2005).

7. Pergerakan Nasional di Filipina

Pada tahun 1898,bangsa Filipina dibawah pimpinan Aquinaldo Mabini melakukan pemberontakan terhadap bangsa Spanyol yang menjajahnya. Pemberontakan tersebut berhasil membawa bangsa Filipina merdeka (Murni, 2005). Meskipun setelah itu jatuh ke tangan Amerika.

Daftar Pustaka

  • Dewi, Irma Ayu Kartika. 2010. Partisipasi Politik Para Tokoh Pakualaman pada Masa Pergerakan Nasional. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
  • Dikawati, Reni. 2016. Pemikiran dan Peranan R.M.T. Koesoemo Oetoyo dalam Pergerakan Nasional Indonesia di Bidang Politik, Sosial, Ekonomi tahun 1908-1942. Risalah, Vol. 2, No. 5.
  • Habib F., Miftahul. 2017. Pers dan Bangkitnya Kesadaran Nasional Indonesia pada Awal Abad XX. ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah, Vol. 12, No. 2.
  • Imsawati, Dwi Nur. 2017. Peranan Golongan Terpelajar dalam Pergerakan Nasional Indonesia Tahun 1908-1928. Jember: Universitas Jember.
  • Iramdhan, Iramdhan. 2017. Paham Nasionalisme dan Pergerakan Kebangsaan di Indonesia dari Tahun 1900-1942. Sosio e-kons, Vol. 9, No. 1.
  • Hardjosatoto, Suhartono. 1985. Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia, Suatu Analisis Ilmiah. Yogyakarta: Liberti.
  • Mulyani, Tatik. 2006. Majelis Islam A’laa Indonesia (MIAI) dalam Pergerakan Nasional tahun 1937 – 1942. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
  • Murni, Sri Pangestu Dewi. 2005. Pergerakan Nasional Indonesia. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *