Pengertian Kohesi dan Adhesi (Artikel Lengkap)

Salah satu sifat partikel suatu zat adalah adanya gaya tarik-menarik antar partikel yang disebabkan adanya ikatan antar partikel. Ikatan antar partikel zat tidak hanya terjadi pada zat yang sama, tetapi juga terjadi pada dua zat yang berbeda. Sehingga terdapat dua macam gaya tarik menarik antar partikel yaitu kohesi dan adhesi. Kohesi dan adhesi menimbulkan adanya kapilaritas, meniskus, dan tegangan permukaan. Berikut adalah pengertian kohesi dan adhesi beserta perbedaan dan contoh.

Contoh adhesi
Contoh adhesi

Contoh kohesi
Contoh kohesi

1. Pengertian Kohesi dan Contohnya

Kohesi adalah gaya tarik menarik antar partikel yang sejenis. Kohesi dipengaruhi oleh kerapatan dan jarak antar partikel dalam zat. Gaya kohesi pada zat berwujud padat lebih kuat daripada zat cair atau gas. Akibat kohesi, dua zat saling tolak menolak sehingga tidak dapat bercampur atau menempel satu sama lain. Contoh kohesi adalah antara air dan daun talas. Gaya tarik menarik antar partikel air (sejenis) lebih besar daripada gaya tarik-menarik antara partikel air dengan daun talas (tidak sejenis). Selain itu, contoh kohesi lainnya adalah antara air dan minyak goreng.

2. Pengertian Adhesi dan Contohnya

Adhesi merupakan kebalikan dari kohesi. Adhesi adalah gaya tarik menarik antar partikel yang tidak sejenis. Gaya adhesi mengakibatkan dua zat akan saling melekat bila dicampur. Molekul kedua zat tersebut saling tarik menarik. Contoh adhesi adalah antara cat tembok dan tembok. Gaya tarik antara partikel cat dengan tembok (tak sejenis) lebih besar daripada gaya tarik antara partikel cat dengan cat (sejenis). Selain itu, contoh kohesi lainnya adalah antara air dan kopi.

3. Perbedaan Adhesi dan Kohesi

Berikut adalah perbedaan adhesi dan kohesi dalam bentuk tabel:

Adhesi

Kohesi

Molekul/partikel Berbeda jenis Sejenis
Akibat/efek Kapilaritas dan meniskus Kapilaritas, tegangan permukaan, dan meniskus

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *