Sel Tulang (Artikel Lengkap)

Tulang merupakan jaringan yang aktif mengalami metabolisme dan terdiri dari beberapa jenis sel tulang. Sel tulang adalah sel jaringan ikat khusus yang diturunkan dari sel mesenkim dan membentuk sel osteogenik/osteoprogenitor yang kemudian ditransformasikan menjadi osteoblas dan osteosit (Bajpai, 1991). Sel-sel tulang tersebut termasuk osteoblas, yang terlibat dalam pembentukan dan mineralisasi jaringan tulang, osteosit, dan osteoklas, yang terlibat dalam reabsorpsi jaringan tulang. Osteoblas dan osteosit berasal dari sel osteoprogenitor, namun osteoklas berasal dari sel yang sama yang berdiferensiasi untuk membentuk makrofag dan monosit. Di dalam sumsum tulang juga terdapat sel-sel induk hematopoietik. Sel tersebut berperan dalam pembentukan sel lain seperti sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit (Deakin et al, 2006).

Sel tulang
Sel tulang (Sumber: http://cnx.org/contents/14fb4ad7-39a1-4eee-ab6e-3ef2482e3e22@15.5 )

1. Jenis-Jenis Sel Tulang

1.1 Osteoblas

Osteoblas adalah sel terspesialisasi pembentuk tulang yang berbentuk kubus atau silindris pendek (Budirahardjo, 2015). Osteoblas berasal dari sel progenitor dan ditemukan di permukaan tulang. Fungsi osteoblas adalah berperan dalam pembentukan dan mineralisasi tulang dengan mensintesis kolagen dan glycosaminoglycans (GAGs). Sel ini juga dapat berkembang menjadi fibroblast, adiposit, kondrosit, myoblas (Mahmudati, 2011).

1.2 Osteosit

Osteosit adalah sel tulang dengan jumlah terbanyak yang berbentuk pipih kecil dan terdapat dalam matriks tulang. Fungsi osteosit adalah untuk pembuatan matriks tulang. Osteosit juga menjadi reseptor mekanik yang mengubah stimulasi mekanis menjadi sinyal yang menginduksi remodelling tulang. Osteosit terhubung satu sama lain melalui kanalikuli (Setyorini et al, 2009; Budirahardjo, 2015).

1.3 Osteoklas

Osteoklas adalah sel berdiameter besar yang bersifat multinukleat dengan 4-20 inti sel. Osteoklas berasal dari sel punca dalam sumsum tulang dan dibentuk oleh makrofag (Indahyani dkk, 2009). Fungsi osteoklas adalah untuk menghancurkan tulang dengan cara melarutkan matriks tulang kemudian mencernanya. Proses tersebut disebut reabsorpsi tulang. (Budirahardjo, 2015; Mahmudati, 2011).

2. Prekursor Sel Tulang

Kebanyakan sel tulang tidak dapat membelah diri dan tidak dapat bereproduksi. Sel osteogenik adalah sel tulang yang mampu membentuk osteoblas dan osteoklas baru. Sel tersebut berada di periosteum dan sumsum tulang. Suatu cedera seperti patah tulang memicu sel osteogenik untuk berproduksi dengan membentuk osteoblas dan osteosit baru untuk memperbaiki kerusakan secepat mungkin. Proses ini disebut regenerasi tulang.

3. Apoptosis Sel Tulang

Tulang bersifat dinamis karena selalu mengalami remodelling. Tulang lama akan direabsorpsi dan diganti dengan tulang baru. Osteoblas dan osteoklas bergerak di sepanjang tulang untuk melarutkan dan membangun kembali tulang. Setelah selesai, osteoklas dan sebagian besar osteoblas akan mengalami proses apoptosis yakni proses penghancuran sel dengan mengaktifkan gen tertentu. Faktor-faktor yang menyebabkan aktivasi gen tersebut menjadi kajian peneliti, karena memodifikasi proses tersebut berpotensi dapat mencegah atau mengobati osteoporosis.

Daftar Pustaka:

  • Bajpai, R. N. 1991. Osteologi Tubuh Manusia. Jakarta: Binarupa Aksara.
  • Budirahardjo, Roedy. 2015. Sisik Ikan Sebagai Bahan yang Berpotensi Mempercepat Proses Penyembuhan Jaringan Lunak Rongga Mulut, Regenerasi Dentin Tulang Alveolar. Stomatognatic-Jurnal Kedokteran Gigi, Vol. 7, No. 2.
  • Deakin, Barbara Young et al (2006). Wheather’s Functional Histology: A Text and Colour Atlas (5th ed.). Edinburgh: Churchill Livingstone.
  • INDAHYANI, Didin Erma; BARID, Izzata; HANDAYANI, Ari Tri W. 2009. Minyak Ikan Lemuru (Sardinella longiceps) Meregulasi Survival Osteoblas dan Osteoklas, Ekspresi Integrin Αvβ3 Tulang Alveolaris serta Struktur Gigi pada Tikus yang Mengalami Infeksi Periodontal Selama Masa Odontogenesis. Jember: Universitas Jember.
  • Mahmudati, Nurul. 2011. Kajian Biologi Molekuler Peran Estrogen/Fitoestrogen pada Metabolisme Tulang Usia Menopause. Prosiding Seminar Nasional Biologi, Vol. 8, No. 1.
  • Setyorini, Ayu et al. 2009. Pencegahan Osteoporosis dengan Suplementasi Kalsium dan Vitamin D pada Penggunaan Kortikosteroid Jangka Panjang. Sari Pediatri, Vol. 11, No. 1.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *